Home Planner
Kembali ke BlogDesain interior

Desain Interior Retro: Gaya Era 1960-an dan 70-an untuk Rumah Anda

Home Planner
Home PlannerTim Aplikasi · May 16, 2022

Lekukan, sentuhan krom, warna cerah, dan tekstur berani khas era 1960-an dan 70-an, serta cara menghadirhkannya di rumah Anda tanpa anggaran besar.

Ruang tamu dengan sofa dan kursi lengan ukir bergaya Victoria, cermin berornamentasi, serta karpet kulit hewan

Mungkin Anda membeli kursi lengan berwarna kuning mustar di pasar loak, lalu menyadari sisa ruangan di sekitarnya tampak terlalu sepi. Sering kali, begitulah awal mula orang menyukai desain interior retro: bentuk, warna, dan tekstur khas era 1960-an serta 70-an yang dihadirkan kembali di hunian masa kini. Di bawah ini, Anda akan menemukan alasan mengapa gaya ini kembali populer, cara mengenali cirinya, trik memadukan warnanya dengan anggaran terbatas, serta aksesori yang tepat untuk menyempurnakan tampilannya.

Apa itu desain interior retro?

Ini adalah gaya yang diadaptasi dari desain era 1960-an dan 70-an: lekukan halus, sentuhan krom, warna-warna cerah, serta tekstur yang kaya. Saat ini, gaya tersebut kembali digemari karena tiga hal: nostalgia, kualitas, dan kesederhanaan bentuk.

Nostalgia. Nostalgia adalah emosi yang kuat dan dampaknya terlihat di setiap bidang seni maupun desain. Setiap generasi selalu memiliki kerinduan pada masa lalu. Generasi X dulu mengumpulkan peninggalan dan kenang-kenangan dari era 1940-an dan 1950-an. Kini, generasi milenial yang paling tertarik menghadirkan nuansa retro di ruangan mereka.

Kualitas. Banyak orang menganggap era 60-an dan 70-an sebagai periode terakhir dari manufaktur berkualitas tinggi. Memasuki era 80-an, produksi massal—yang sebagian besar berpusat di Tiongkok—mulai menguasai pasar dunia. Perusahaan internasional terpaksa merombak desain dan kualitas mereka, konsumerisme massal merebak, dan kualitas barang kebutuhan sehari-hari pun menurun.

Barang-barang dari pertengahan abad ke-20 dirancang agar tahan hingga berpuluh-puluh tahun. Banyak anak muda mengagumi betapa kokohnya buatan masa itu. Hal ini makin relevan sekarang, ketika makin banyak orang menyadari dampak kebiasaan konsumsi kita terhadap bumi. Barang kokoh dari era tersebut menjadi bukti bahwa kita sebenarnya bisa membuat produk yang lebih tahan lama jika kita mau.

Kesederhanaan bentuk. Dibandingkan gaya 1980-an yang mencolok dan terpengaruh aliran punk, gaya retro terasa lebih elegan. Bahkan desain retro-futuristis, yang secara konsep bisa tampak unik, bentuknya jauh lebih dekat ke gaya modern dibandingkan desain pada dekade setelahnya. Itulah mengapa perabot retro dan modern sangat serasi jika dipadukan dalam satu ruangan.

Ruangan bergaya kuno dengan wallpaper bermotif, lampu gantung kristal, dan meja yang ditutupi taplak renda

Apa saja ciri khas desain interior retro?

Lekukan halus, tempat duduk futuristis, paduan bahan krom dengan kayu serta kain, warna-warna cerah, dan tekstur yang tebal. Di luar ciri-ciri umum ini, variasi gayanya sangat luas.

Gaya ini berkembang ketika era produksi massal mulai bergerak cepat. Gagasan dari berbagai kalangan di bermacam tempat berpadu menjadi satu gaya yang padu tetapi tetap dinamis. Perang baru saja usai, sehingga rasa optimistis dan harapan pada masa-masa itu sangat tecermin dalam tiap desainnya. Pilihan gayanya terbentang luas, mulai dari keanggunan nan tenang khas era Mad Men hingga keceriaan psikedelik bergaya Austin Powers.

  • Bentuk. Perhatikan ciri berupa lekukan halus dan garis-garis bersudut. Sentuhan futuristis juga sering muncul, contohnya pada kursi bertema era antariksa (space age) dan furnitur tempat duduk lainnya.
  • Bahan. Logam berkilau dan krom bersanding erat dengan kain yang lembut serta kayu bersuasana hangat. Contoh klasiknya: bantal berbalut kain pada rangka sofa kayu dengan kaki berbahan kayu atau krom.
  • Warna. Merah ceri, kuning mustar, jingga kunyit, dan hijau alpukat, yang sering kali hadir dalam motif pusaran bergaya seni psikedelik.
  • Tekstur. Karpet bulu tebal (shag rug), karya seni tiga dimensi, serta wallpaper bermotif timbul merupakan elemen utama dalam gaya ini.

Elemen warna adalah pembeda utama antara retro dan dua gaya di sekitarnya. Tahun-tahun pascaperang sebelum era retro cenderung tenang dan redup, sedangkan era 1980-an setelahnya penuh dengan nuansa neon yang mencolok. Era 70-an menemukan titik tengah di antara keduanya: ceria dan penuh warna, tetapi tidak berantakan.

Bagaimana desain interior retro modern memanfaatkan warna?

Gaya ini memadukan blok warna cerah di atas latar belakang hitam-putih. Warna cerah sebenarnya bisa berdiri sendiri, tetapi kontras dengan latar monokrom membuatnya makin menarik untuk dipandang.

Blok warna berukuran besar juga bisa difungsikan sebagai pembatas area dalam satu ruangan. Jika tekstur ditambahkan pada blok warna tersebut, pilihan kombinasinya menjadi hampir tanpa batas. Berikut tiga cara mudah untuk mendapatkan efek ini:

  1. Lantai berwarna hitam atau putih di bawah karpet berhiaskan warna dan bentuk yang cerah.
  2. Dinding monokrom, agar perabot biasa dengan bahan kain yang unik bisa tetap terlihat menonjol.
  3. Poster atau seni berbingkai yang ditata dalam pola geometris pada salah satu sisi dinding.
Kesalahan umum: menerapkan warna cerah di setiap permukaan. Biarkan dinding dan lantai tetap netral, lalu hadirkan permainan warna pada karpet, kain pelapis, dan karya seni.

Gaya retro dengan anggaran terbatas

Mewujudkan ruangan bergaya retro tidak harus mahal atau mewah. Sebagian besar tampilan kunci berasal dari permainan cat, bahan kain, dan motif.

  • Tidak perlu mengecat ulang dinding. Jika ingin menghemat anggaran cat dinding, Anda cukup menutupinya dengan deretan karya seni bernuansa warna senada.
  • Cat ulang barang-barang kecil. Kenop, kabinet, dan furnitur plastik akan langsung menyatu dengan ruangan bergaya retro begitu Anda mengecatnya ulang dengan warna blok.
  • Perbarui kursi kayu polos. Lapisi dengan beberapa lapis cat lalu akhiri dengan vernis pelindung.
  • Tutupi lantai yang sulit dibersihkan. Karpet bermotif geometris atau blok warna bisa menyamarkan lantai dalam maupun luar ruangan yang membutuhkan perawatan ekstra.
  • Pilih tirai bahan chintz. Tirai retro hampir selalu menggunakan kain chintz: bahan ringan berlatar polos dengan motif yang dominan bunga.

Ide dekorasi rumah retro apa saja yang dapat menyempurnakan ruangan?

Mulailah dari tanaman dan patung hias, lalu tambahkan miniatur kendaraan di dalam lemari kaca serta lampu meja berhiaskan rumbai. Tanpa aksesori, ruangan bergaya retro akan terasa belum lengkap.

Tanaman. Letakkan tanaman hijau di dekat jendela dan ambang jendela. Bunga segar bisa ditaruh di tengah meja makan, atau di dalam vas terbuka pada rak di ruangan mana saja.

Patung hias. Jika tanaman dirasa kurang praktis atau tidak diinginkan, gunakan patung hias berbagai ukuran. Bahan apa pun bisa digunakan. Hal yang perlu diperhatikan: dekorasi yang terlalu kuno atau terkesan antik akan terlihat tidak serasi dalam ruangan retro, jadi pilihlah yang bergaya pertengahan abad ke-20 (mid-century) alih-alih koleksi museum.

Miniatur. Figur plastik dan miniatur kendaraan, terutama model militer dan balap, merupakan tren besar pada era tersebut. Pajang miniatur tersebut di dalam lemari kaca ruang tamu, baik koleksi dari era itu maupun koleksi bergaya pertengahan abad.

Lampu. Tempatkan lampu di meja sudut atau meja samping. Lampu retro identik dengan rumbai yang menggantung. Sulit menemukannya? Beli saja lampu biasa yang terjangkau, lalu tambahkan rumbai sendiri.

Coba gaya retro pada denah Anda sendiri

Jika tidak tumbuh besar di era 60-an atau 70-an, Anda mungkin kesulitan menentukan perabot mana yang sesuai dengan gaya ini. Melihatnya langsung di ruangan Anda akan sangat membantu. Home Planner memungkinkan Anda merancang hunian dalam gaya apa pun, dan bisa dicoba secara gratis.

Ukur ruangan Anda lalu buat denah 2D dan 3D. Dekorasi dan isi ruangan dengan produk dari berbagai merek furnitur, buat visualisasi hasilnya, atau gunakan tata letak siap pakai untuk kamar tidur, kamar mandi, hingga ruang tamu. Anda bisa mencoba kursi lengan kuning mustar tadi di depan dinding putih sebelum membeli cat sama sekali.

Home Planner

Coba pada proyek Anda sendiri

Aplikasi desain interior dan perencana ruangan gratis